Melempar Jumrah: Makna dan Tata Caranya

Melempar Jumrah: Makna dan Tata Caranya

Melempar jumrah adalah salah satu rangkaian ibadah haji yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Ibadah ini dilakukan di Mina, sebuah kota yang terletak di sebelah timur Mekkah.

Melempar jumrah merupakan simbolisasi dari perlawanan terhadap setan. Setan menggoda Nabi Ibrahim untuk tidak menyembelih anaknya, Ismail. Nabi Ibrahim berhasil melawan godaan setan dan kemudian menyembelih Ismail atas perintah Allah.

Melempar jumrah dilakukan pada tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah. Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah haji melempar jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali. Pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah, jemaah haji melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah sebanyak tujuh kali masing-masing.

Makna Melempar Jumrah

Melempar jumrah memiliki beberapa makna, antara lain:

  • Makna simbolis

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, melempar jumrah merupakan simbolisasi dari perlawanan terhadap setan. Setan selalu menggoda manusia untuk berbuat maksiat. Dengan melempar jumrah, umat Islam menyatakan bahwa mereka siap melawan godaan setan dan tetap berpegang teguh pada ajaran Allah.

  • Makna penyucian diri

Melempar jumrah juga memiliki makna penyucian diri. Dengan melempar jumrah, umat Islam berharap dapat membersihkan diri dari dosa dan kesalahan yang telah diperbuatnya.

  • Makna ketaatan

Melempar jumrah juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah. Dengan melempar jumrah, umat Islam menyatakan bahwa mereka tunduk dan patuh pada perintah Allah.

Tata Cara Melempar Jumrah

Berikut adalah tata cara melempar jumrah:

  • Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah haji melempar jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali.

    • Jemaah haji berdiri di depan jumrah Aqabah dengan menghadap ke kiblat.
    • Jemaah haji melempar tujuh batu kerikil secara berturut-turut, dengan dimulai dari batu pertama.
    • Setiap kali melempar, jemaah haji mengucapkan takbir, “Allahu akbar”.
  • Pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah, jemaah haji melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah sebanyak tujuh kali masing-masing.

    • Jemaah haji melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah secara berurutan.
    • Cara melemparnya sama seperti melempar jumrah Aqabah.

Melempar Jumrah: Makna dan Tata Caranya

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat melempar jumrah:

  • Jemaah haji harus melempar jumrah dengan menggunakan batu kerikil yang bersih dan tidak ada najis.
  • Jemaah haji harus melempar jumrah dengan menghadap ke kiblat.
  • Jemaah haji harus melempar jumrah dengan kuat agar batu kerikil dapat mengenai sasaran.

Melempar jumrah merupakan salah satu rangkaian ibadah haji yang penting. Dengan memahami makna dan tata cara melempar jumrah, umat Islam dapat menunaikan ibadah haji dengan sempurna.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *