Sejarah Sai: Kisah Perjuangan Siti Hajar

Sejarah Sai: Kisah Perjuangan Siti Hajar Mencari Air untuk Ismail

Sai adalah salah satu rangkaian ibadah haji dan umroh. Ibadah ini dilakukan dengan berjalan tujuh kali bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Sai memiliki makna dan sejarah yang mendalam, yaitu kisah perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk putranya, Ismail.

Sejarah sai bermula ketika Siti Hajar dan Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim di sebuah lembah tandus yang tidak berpenghuni, yaitu lembah Makkah. Nabi Ibrahim meninggalkan mereka atas perintah Allah SWT. Siti Hajar dan Ismail pun tinggal di lembah tersebut.

Suatu hari, air yang ada di persediaan mereka habis. Ismail pun menangis kehausan. Siti Hajar pun meninggalkan Ismail untuk mencari air. Ia berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

Pada kali ketujuh, Siti Hajar mendengar suara bayinya menangis. Ia pun mengikuti suara tersebut dan menemukan mata air yang kemudian dikenal dengan nama Zamzam. Mata air tersebut menjadi sumber air bagi Siti Hajar dan Ismail, serta menjadi sumber air bagi umat Islam hingga saat ini.

Sai yang dilakukan oleh Siti Hajar merupakan simbol perjuangan seorang ibu dalam mencari kebahagiaan dan keselamatan bagi anaknya. Ibadah sai juga merupakan simbol ketaatan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah SWT.

Makna Sai

Sai memiliki beberapa makna, antara lain:

  • Simbol perjuangan seorang ibu

Sai merupakan simbol perjuangan seorang ibu dalam mencari kebahagiaan dan keselamatan bagi anaknya. Siti Hajar rela berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali demi mencari air untuk Ismail. Perjuangan Siti Hajar ini menjadi teladan bagi setiap ibu untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya.

  • Simbol ketaatan dan keikhlasan

Sai juga merupakan simbol ketaatan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah SWT. Siti Hajar meninggalkan Ismail di lembah tandus atas perintah Allah SWT. Ia pun rela berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali demi melaksanakan perintah Allah SWT. Ketaatan dan keikhlasan Siti Hajar ini menjadi teladan bagi setiap umat Islam untuk selalu taat dan ikhlas dalam menjalankan perintah Allah SWT.

  • Simbol kesabaran dan keteguhan hati

Sai juga merupakan simbol kesabaran dan keteguhan hati. Siti Hajar menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya, mulai dari ditinggal oleh suaminya, Nabi Ibrahim, hingga harus tinggal di lembah tandus yang tidak berpenghuni. Namun, Siti Hajar tetap sabar dan teguh hati dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Kesabaran dan keteguhan hati Siti Hajar ini menjadi teladan bagi setiap umat Islam untuk selalu sabar dan teguh hati dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.

Persiapan Sai

Sebelum melakukan sai, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, antara lain:

  • Pakaian yang nyaman

Pakaian yang nyaman akan membuat Anda merasa lebih nyaman saat melakukan sai. Pilihlah pakaian yang longgar dan tidak terlalu tebal, agar Anda tidak merasa kepanasan.

  • Sepatu yang nyaman

Sepatu yang nyaman akan membuat Anda tidak mudah lelah saat melakukan sai. Pilihlah sepatu yang ringan dan memiliki sol yang empuk, agar Anda tidak merasa sakit di kaki.

  • Air minum

Air minum sangat penting untuk menjaga hidrasi tubuh saat melakukan sai. Bawalah air minum yang cukup untuk Anda minum selama melakukan sai.

  • Uang tunai

Uang tunai dibutuhkan untuk membayar biaya-biaya yang diperlukan, seperti biaya parkir dan biaya toilet.

Berikut adalah tata cara sai:

  1. Mulailah sai dari Bukit Shafa.
  2. Jalanlah ke arah Bukit Marwah sambil membaca talbiyah.
  3. Sampai di Bukit Marwah, putarlah tubuh ke arah kanan dan menghadap ke arah Ka’bah.
  4. Lakukan thawaf kecil di sekitar Bukit Marwah.
  5. Setelah selesai thawaf kecil, berjalanlah kembali ke Bukit Shafa.
  6. Lakukan sai sebanyak tujuh kali, dengan cara yang sama seperti di atas.

Sai merupakan ibadah yang memiliki makna dan sejarah yang mendalam. Ibadah ini dapat menjadi sarana bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *